Showing posts with label kunst. Show all posts
Showing posts with label kunst. Show all posts

Thursday, 24 December 2015

Flusswächter


Judul aslinya adalah Penjaga Sungai, aku terjemahkan bebas dalam bahasa jerman menjadi Flusswächter. Karya ini salah satu karya awal saya di atas kanvas lagi pada tahun 2015, setelah lama sekali cuma berkutat dengan media kertas dan lithographie. Lukisan hitam putih di atas yang sekilas mirip gambar pensil atau carchoal/arang, sungguh saya buat memakai cat akrilik, tentu juga memakai kuas untuk menorehkannya ke bidang kanvas. Saya mulai menggunakan cat akrilik dulunya untuk menghindari bau-bau minyak yang tidak nyaman di hidung dan studio sempit saya waktu kuliah di ISI Yogyakarta. Kemungkinan media cat minyak akan aku jamah lagi setelah tahu ada minak yang nirbau.
Bercerita tentang hantu-hantu yang selama ini lebih senang atau terpaksa menjadi penunggu sungai-sungai besar di indonesia khususnya di jawa, setelah wilayah daratan dikuasai tentara sejak gestok.
Masa lalu yang kelam sedikit demi sedikit dikuak tabirnya, namun masih banyak yang harus dilakukan agar kita tahu berada di mana posisi kita sekarang. Ayo tetap semangat!

Sunday, 25 October 2015

Nggak usah takut nonton pembukaan pameran!

Bagi kita yang sering nonton sebuah pembukaan pameran mungkin judul di atas sebuah lelucon. Tapi bagi sementara orang yang tak tahu menahu tentang dunia pameran seni rupa adalah persoalan serius.
Sebuah pameran seni rupa biasanya diawali dengan ceremony atau upacara bukan bendera untuk peresmian. Dalam bahasa asing biasa dikatakan opening atau vernissage. Tamu-tamu pada waktu pembukaan adalah orang-orang yang mendapat undangan atau teman-teman seniman yang kebetulan bisa hadir. Tapi sebenarnya semua orang boleh datang, apalagi jika acara tersebut disebarluaskan melalui poster dst.

Pada waktu pembukaan pameran seni rupa hampir selalu ada hidangan gratis. Pola menghidangkan sesuatu yang kostenlos ini ditujukan agar pembukaan pameran lebih seru karena banyak yang datang. So ketika pembukaan pameran kita malah nggak akan dapat konsentrasi penuh melihat karya yang dipamerkan. Selain antri makanan gratis sambil kadang menikmati hiburan musik,  juga ketemu kolega dan teman-teman yang sehari-harinya jarang ketemu atau pun kenalan baru. Jadi kadangkala selain makan minum gratis pada sebuah acara pembukaan pameran, kebutuhan sosialisasi lebih penting daripada menyaksikan karya yang dipajang.

Orang yang tidak pernah atau belum tahu, akan berpikir ulang jika ingin mengunjungi acara pembukaan pameran, mereka berpikir kalau datang ke pembukaan pameran pasti membeli tiket masuk atau mengeluarkan uang untuk membeli makanan. Memang ada beberapa pameran yang makanan dan minumannya dijual, tapi itu hanya kasus kecil, prosentasinya kecil sekali.
Justru makanan dan minuman yang disediakan tersebut sebagai umpan! Kita para pengunjung adalah ikan-ikan yang berenang bebas, ketika memakan umpan sekalipun kita tetap bebas tak perlu membeli karya yang sedang dipamerkan. Biarlah orang yang sudah kelebihan uang yang mengamankan karya tersebut.

Pihak penyelenggara pameran telah rela mengalokasikan dana yang tidak sedikit untuk sesi konsumsi, maka dari itu mari teman-teman janganlah ragu apalagi takut untuk datang ke sebuah pembukaan pameran.
Selain mendapatkan santapan jasmani kita juga dapatkan yang rohani, selain mengapresisasi karya seniman sekaligus juga bisa membangun jaringan pertemanan yang tak diduga sebelumnya. Yak sip!


Monday, 12 October 2015

simpel


Aku ingin berpikir sederhana, tidak perlu memutar kalau mau ke suatu sana.
Aku ingin berpikir sederhana, minum seketika haus, makan jikalau perut memainkan orkes.
Aku ingin biasa saja, seperti orang-orang pada umumnya, tak perlu beda segala rupa.
Aku ingin biasa saja, namun tetap eling lan waspada!